Review – Bonus Track


Title : Bonus Track
Author : Koshigaya Osamu
Translator : Andry Setiawan
Publisher : Penerbit Haru
Published : Oktober 2014
Page : 380 pages
My Rating : 3.5/5


Aku sendiri pun terkejut. Aku tidak pernah berpikir akan menjadi hantu dan bergentayangan.

Kusano Tetsuya bekerja di sebuah restoran hamburger besar di kotanya. Suatu malam, saat ia pulang kerja sambil mengendarai mobilnya, ia menjadi saksi tabrak lari. Sebuah mobil sport hitam melaju dengan kencang, meninggalkan seorang pemuda bertubuh kecil tergeletak di jalanan di tengah hujan.

Kusano mencoba untuk menolong pemuda itu, bahkan sampai memberikan napas buatan. Namun semua sudah terlambat. Semalam suntuk ia harus memberikan pernyataan di kantor polisi.

Gara-gara itu, Kusano demam tinggi dan bahkan berhalusinasi. Pemuda korban tabrak lari itu muncul di kamarnya, tidur-tiduran di atas sofanya, dan bahkan berbuat usil!

Tapi, apa itu benar-benar hanya halusinasi? Halusinasi itu sendiri sih mengaku kalau ia adalah hantu….

Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan dengan keseluruhan album.

Thought on This Book :

“Aku tidak tahan karena kau menyia-nyiakan waktu. Padahal kau masih hidup.” – Ryota to Kusano.

Kamu baru saja jadi saksi kejadian tabrak lari. Korbannya meninggal dunia begitu saja di depanmu. Kamu harus ikut repot dengan memberi keterangan kepada polisi. Sementara dengan keadaan lelah sehabis pulang dari kerja di dini hari, ditambah lagi saat itu sedang hujan. Setelah itu, kamu jatuh sakit dan masih harus masuk kerja untuk keesokan harinya. Eh, tiba-tiba arwah gentayangan korban tabrak lari itu mulai menguntitmu!

Apa yang akan kamu lakukan?

Kalau saya sih, pasti langsung baca ayat kursi sebanyak-banyaknya, ya. Tapi kalau dengan Kusano Tetsuya dalam buku ini, lain ceritanya.

Kusano Tetsuya adalah (salah satu) tokoh utama dalam buku ini. Dia bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah restoran hamburger, dan pada suatu malam dia mengalami seluruh kejadian seperti yang saya jelaskan di atas.

Mulanya, Kusano mengalami denial akan munculnya sosok arwah ini. Tapi lama-lama dia menyerah juga. Mungkin karena si arwah ini ngotot dan super periang, serta tidak bertingkah layaknya hantu (memangnya tingkah hantu seperti apa, Ra?), Kusano jadi seperti punya teman. Mereka berdua pun mulai berteman, dengan Kusano mencoba membantu si arwah untuk menemukan pengendara mobil yang sudah menabraknya hingga mati.


Sukaaaaa.

Memang daya tarik buku ini yang membuat saya membelinya adalah nama pengarangnya. Saya suka buku Koshigaya Osamu yang Her Sunny Side, meskipun pada kenyataannya saya malah lebih jatuh cinta pada film-nya, sih. Tapi membaca buku ini sungguh menyenangkan. Karakter-karakternya mempunyai ciri khas yang susah untuk tidak membekas di hati. Ada Ryota yang periang walaupun dia sadar jika dirinya sudah mati. Ada juga Kusano yang selalu ingin melakukan pekerjaan sendiri, walaupun sebenarnya dia bisa minta tolong pada orang lain. Lalu, ada Minami yang sosok luarnya saja garang, padahal dia orang yang lembut dan baik.

Karakter-karakter tersebut saling bercerita dan setiap cerita mempunyai kesan dan pelajaran tersendiri, meskipun porsi yang paling dominan adalah milik Kusano dan Ryota. Tapi saya menikmati cerita-cerita tentang Minami juga, kok. Saya tidak menyangka akan menyukai hubungan bromance (?) antara Kusano dan Ryota. Ah, sejujurnya sih, saya menyukai seluruh hubungan antar karakter yang ada di novel ini, tidak hanya Kusano-Ryota saja.

Akhir cerita yang disajikan juga manis, magical, dan menghangatkan hati. Saya senyum lega lho, waktu sampai di bagian ending. Sama seperti saat membaca bab akhir Her Sunny Side :).

Karakter oke. Terjemahan oke (ini sih karena saya tidak bisa berbahasa Jepang, jadi nrimo aja apa kata terjemahan–eh tapi serius, terjemahannya enak kok, buat dibaca!). Ceritanya oke. Kesannya dapat, pesannya juga mengena sekali. Seharusnya saya memberikan empat bintang, ya? Tapi ada satu hal yang membuat saya memangkas bintangnya. Bab-bab awal, jujur saja membosankan. Penceritaannya lelet bener, apalagi jika dituturkan melalui sudut pandang orang ketiga. Saya lebih suka saat ceritanya disampaikan secara langsung oleh Ryota. Mungkin karena suara Ryota yang ringan dan ceria itu bisa membuat saya tertawa-tawa geli di beberapa bagian. Mungkin juga karena penceritaan dari sudut pandang Ryota terasa tidak bertele-tele.

Secara keseluruhan, Bonus Track adalah bacaan ringan yang akan membuat hati hangat. Plotnya tidak menguras emosi, alih-alih, membaca buku ini membuat saya merasa bersyukur lebih banyak. Banyak sekali kalimat-kalimat yang quotable dalam buku ini. Bagi kamu yang menyukai kutipan-kutipan cantik dengan cerita yang tidak kalah menarik, buku ini pasti bisa memikatmu.

Tiga plus setengah bintang yang hangat untuk Bonus Track.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s