Review – Good Wives – Istri-Istri yang Baik (Little Women #1.5)


Title : Little Women – Gadis-Gadis March (#1)
Author : Louisa May Alcott
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Published : November 2014
Page : 416 pages
My Rating : 2/5


Gadis-gadis March––Meg, Jo, Beth, dan Amy, kini telah dewasa. Ayah mereka, Mr. March, telah pulang dengan selamat dari medan perang. Begitu pula John Brooke, kekasih Meg. Jo yang tomboi sedang belajar untuk menjadi lebih anggun. Beth semakin ramping dan pendiam, dan matanya yang indah itu selalu menyorotkan kebaikan. Sedangkan Amy, pada usia enam belas tahun, memiliki pembawaan seperti wanita dewasa. Keempat gadis March, dengan didampingi ibu mereka yang bijak, akan menemukan cinta mereka masing-masing dan menyambut masa depan.

Thought on This Book :

Nay.

Saya tidak begitu menikmati buku ini seperti Little Women (review di sini). Ceritanya sebenarnya tidak jauh beda dengan volume pertama. Tapi mungkin karena gadis-gadis March tidak lagi anak-anak, cerita ini kehilangan suasana polos dan riang. Hal tersebut yang membuat saya merasa berat membaca buku ini.

Mungkin ini hanya saya. Saya begitu menyukai keceriaan masa kecil yang disuguhkan oleh Little Women, dan mengharapkan akan menemukan hal tersebut pada Good Wives. Sepertinya saya melupakan konsentrasi buku ini, walau judulnya jelas-jelas “Istri-Istri yang Baik”. Ya, salah saya sendiri, melupakan hal yang sudah sangat jelas dan memasang ekspektasi yang salah.

Hal lain yang membuat saya kecewa adalah perihal Jo. Perubahan karakternya membuat saya, entahlah merasa sedih. Saya mengerti tujuan penulis untuk membuat Jo menjadi “istri yang baik” dengan memberikannya sosok Profesor Bhaer. Tapi membuat Jo kehilangan sifat kecilnya (tomboi, keras kepala dan anti basa-basi) secara drastis membuat saya kecewa. Sikap Jo yang melepaskan mimpinya untuk terus menulis, menambah kekecewaan saya.

Selain itu, sebagai shipper Jo-Laurie sejak di Little Women, saya tentu kecewa saat tahu mereka tidak berakhir bersama. Sekali lagi, mungkin ini hanya saya. Tapi bayangan rumah tangga Jo-Laurie yang rasanya bakal penuh dengan petualangan dan keunikan benar-benar menyenangkan bagi saya. Mungkin, bersama Laurie bahkan akan membuat Jo semakin maju, mungkin juga bisa membuat Jo terus menulis cerita

Jo & Laurie = OTP

Good Wives, dalam hal lain masih memiliki kesederhanaan tulisan Louisa May Alcott. Masih banyak muatan rohani yang diselipkan di dalam cerita. Cinta dan kasih sayang masih setulus yang disajikan dalam Little Women. Hubungan dalam keluarga masih sehangat buku terdahulu. Tapi saya tetap merindukan keceriaan dan tingkah polos penuh petualangan manis gadis-gadis March.

Mungkin saya perlu mengirim mereka ke Neverland.

Cheers,

Ra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s