Review – The Whispering Skull – Tengkorak Berbisik (Lockwood & Co. #2)


Title : The Whispering Skull (Lockwood&Co. #2)
Author : Jonathan Storud
Translator : Poppy D. Chusfani
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Published : Januari 2015
Page : 488 pages
My Rating : 4.5/5


Hantu dan arwah gentayangan, waspadalah! Lockwood & Co. beraksi kembali.

Lockwood & Co. makin sibuk. Lucy dan George berusaha memecahkan misteri tengkorak bisa bicara yang terkurung dalam wadah-hantu, sementara Lockwood mencari kasus-kasus baru yang seru. Lalu mereka dihubungi untuk menyelidiki makam dokter kejam yang hidup pada zaman Victoria. Seperti biasa, segalanya jadi kacau—ada hantu mengerikan yang terlepas dan benda berbahaya yang hilang karena dicuri dari peti mati. Lockwood & Co. harus menemukan benda itu sebelum kekuatannya digunakan, tapi mereka harus berpacu dengan waktu.

Dan yang membuat keadaan makin gawat, si tengkorak dalam wadah-hantu mendadak bergerak…

Thought on This Book :

Petualangan Lockwood & Co dalam aksi memburu hantu berlanjut di buku kedua ini. Kali ini kasusnya adalah hantu dokter gila alias mad scientist yang di masa lalu suka melakukan percobaan-percobaan aneh menggunakan manusia. Ketika kuburan dokter ini ditemukan, kontraktor dari proyek meminta bantuan agen dari Lockwood & Co untuk menyegel sumber.

Kali ini tidak hanya melibatkan Lockwood dkk saja. Saat segala hal mulai jadi rumit, penyelidikan menuju pada satu petunjuk yang berkaitan dengan pencuri makam. Dari pencuri makam, berlanjut pada komunitas pedagang-relik ilegal dan lebih banyak kekacauan lagi. Ditambah lagi ada agen-agen Fittes yang tidak pernah mau kalah.

Yay yay! Buku kedua tidak mengecewakan. Plotnya bagus, pace berjalan dengan sangat oke. Lebih banyak hantu-hantu yang lebih bikin merinding daripada buku pertama. Dalam artian hantunya bener-bener creepy. Muncul karakter-karakter baru dan sisi lain dari London saat Wabah menyerang. All hail Flo Bones, salah satu karakter baru yang eksentrik dan saya langsung menyukainya.

Dari sisi narasi, Lucy masih cukup menyenangkan. Maksudnya, dia tidak terlalu menjengkelkan seperti kebanyakan tokoh perempuan penyampai cerita. Keluhan-keluhannya tolerable, dan saya suka interaksinya dengan Si Tengkorak dalam wadah hantu. Di akhir buku pertama kita tahu kalau si Tengkorak berbicara pada Lucy. Alih-alih menakutkan, si Tengkorak di sini malah sangat menghibur dengan ejekan-ejekannya pada George melalui Lucy, haha.

 

cweepy ghostsss cr : link

Hubungan antar agen di Lockwood & Co juga semakin erat. Saya suka pas Lockwood menyatakan bahwa Lucy dan George adalah partner-partner yang luar biasa hebat dan berbakat (Lucy sih, memang benar-benar berbakat sampai bisa berkomunikasi dengan Tipe-Tiga), walau tak lupa dengan segala kenarsisannya.

Tapi kenapa? Apa alasan dia membencimu?”

Lockwood mengambil salah satu botol air dan mendesah sambil termenung. “Siapa yang tahu? Mungkin dia iri pada pembawaan alamiahku, mungkin akibat pesona remajaku. Barangkali karena pekerjaanku di sini – memiliki agensi sendiri, tidak perlu bertanggung jawab pada orang lain, bersama rekan-rekan hebat di sisiku.” Dia menangkap mataku dan tersenyum.

George menengadah dari komiknya. “Atau bisa juga karena kau pernah menusuk bokongnya dengan pedang.”
-hal . 44

Pftt… George si perusak momen…

Tentu saja interaksi favorit dalam buku ini jatuh pada hubungan penuh cerca dari Lucy dan George. Meski mereka sudah masuk dalam tahap “bisa mengerti satu sama lain” alias kadang-kadang berada dalam pihak yang sama, cekcok perbedaan pendapat masih terus berlangsung di buku ini. Juga kekhawatiran Lucy dan Lockwood pada George saat anak itu mulai terkena pengaruh cermin tulang dari makam sang dokter, Lockwood & Co.’s bond!

Agensi Fittes sedikit banyak dibahas di buku ini. Kita kembali bertemu dengan sekelompok agen dari Fittes, Kipps dan anak buahnya. Walau tingkah mereka ini menyebalkan, tapi saya senang mereka jadi rival Lockwood & Co. Pada akhir cerita mereka berperan cukup banyak, sih. Ada juga sedikit cerita ketika George masih bekerja di agensi tersebut. Lalu hal mencurigakan mengenai Penelope Fittes si pemimpin agensi Fittes. Masih banyak misteri yang butuh dipecahkan di buku selanjutnya.

Tentu saja, terutama mengenai Portland Row no 35, kamar rahasia di dalamnya, juga masa lalu seorang Anthony Lockwood.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai buku ini. Racikan misterinya pas, humor dan satir yang disisipkan juga pas. Lockwood masih menjadi book crush saya, tapi George adalah karakter yang paling saya suka di buku ini. Kalaupun ada hal yang membingungkan, itu adalah fungsi cermin tulang yang tidak pernah dijelaskan. Jadi apa hasil perburuan sepanjang buku ini? Rasanya kok tidak melegakan sama sekali. Memang sih, cermin tulang tersebut hancur dan tidak akan mengganggu manusia lagi. Tapi memangnya apa bahayanya? Dunia lain apa? Kenapa kok bisa menyebabkan kematian? Apa karena pemandangan dalam cermin benar-benar menakutkan?

Atau mungkin saya yang tidak teliti membacanya? :/

Tapi tidak apa-apa sih. Saya lebih tertarik pada masa lalu Lockwood daripada cermin yang ceritanya sudah berakhir ini.

Buku ketiga cepatlah dataaaanggg!

Cheers,

Ra

Advertisements

4 thoughts on “Review – The Whispering Skull – Tengkorak Berbisik (Lockwood & Co. #2)

  1. Ak juga suka sama Lockwood!! XD
    Tu anak charming abis!
    tapi ak ga suka banget sm Flo Bones.
    Emang dia lumayan lucu, cuma kelakuannya ampun2an. Mungkin ngaruh ke narrator audiobook yang bacain, krn ekspresi suara Flo Bones nya kelewat nyebelin.
    ak belum nyampe akhirnya sih, jadi ak ga baca full blog kmu. ^^”
    tapi ak seneng nemu sesama pecinta Lockwood, sm temenku, tralu biasa reaksinya, padahal Lockwood tu keren bgt. More than charming, he is freaking dashing! XD

    Like

    Reply
    • haiiii maaf baru balas haha. baru buka2 blog lagi sih ini. Aku suka sama Flo soalnya dia orangnya meskipun licik tapi eksentrik. Lockwood tipe-tipe main chara yang overused sih, tapi ya sepertinya memang tipe seperti itu yang aku suka hehe.

      salam kenalll!

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s